Menanti Gebrakan Jam Tangan Pintar di Jerman

Berlin – Sejak kemunculannya, smartwatch menjadi semakin populer sebagai gadget alternatif pendamping ponsel. Hal ini pun tampak dari catatan penjualannya dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan riset CCS Insight menyebut penjualan fitness tracker turun sebesar 23% pada 2017. Hal ini berbanding terbalik dengan angka penjualan jam tangan pintar yang meroket di periode serupa.

Lembaga riset lainnya, Statista, memproyeksikan bahwa pertumbuhan angka penjualan jam tangan pintar nyaris selalu mencapai dua kali lipat setiap tahunnya. Catatan itu terhitung sejak 2014 hingga saat ini.

Tren positif ini tentunya mendorong para vendor untuk terus memproduksi smartwatch andalannya. Dalam ajang IFA 2018 di Berlin, Jerman, yang berlangsung mulai 31 Agustus hingga 5 September, sejumlah nama-nama besar dikabarkan sudah menyiapkan jam tangan pintar di salah satu pameran teknologi terbesar di Eropa tersebut.

LG jadi nama pertama yang muncul. Korporasi asal Korea Selatan itu dilaporkan tengah bersiap untuk merilis dua smartwatch anyar yang menjalankan software Wear OS buatan Google, s kutip dari Tech Radar, Selasa (28/8/2018).

LG Timepiece disebut-sebut sebagai salah satu dari jam tangan pintar yang akan diperkenalkan oleh mereka di tanah Jerman. Diperkirakan, smartwatch ini bakal berada di kelas menengah dan memiliki harga lebih murah dibanding para pendahulunya

Hal tersebut disebabkan oleh tidak hadirnya sejumlah fitur. GPS dan NFC jadi beberapa diantaranya yang diprediksi tidak akan muncul di LG Timepiece. Untuk jeroannya, smartwatch ini disebut-sebuat akan ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon Wear 2100, didukung dengan RAM 768 MB serta memori internal sebesar 4 GB.

Selain itu, paten soal jam tangan pintar yang ditetapkan oleh Huawei juga memunculkan sejumlah spekulasi hadirnya perangkat anyar dari perusahaan asal China tersebut. Terlebih, mereka sudah cukup lama tidak merilis jam tangan pintar. CEO Huawei, Richard Yu, juga sempat mengatakan jika smartwatch sedang ‘dalam perjalanan’.

Paten itu sendiri memperlihatkan sejumlah ruang yang mampu dimiliki oleh smartwatch buatan Huawei. Salah satunya adalah pemasangan earbud pada tali jam secara magnetik. Meski begitu, tidak ada jaminan jika mereka akan benar-benar mewujudkan paten itu menjadi produk sungguhan, walau tentunya akan sangat menarik jika Huawei mampu menampilkan jam tangan pintar itu di IFA 2018.

Di samping itu, Casio jadi nama berikutnya yang mencuat. Perusahaan asal Jerman dikabarkan bakal menggelar konferensi pers pada 29 Agustus. Smartwatch berbasis Wear OS hingga kamera disebut-sebut bisa saja dihadirkan oleh mereka di Berlin nanti.

Sepanjang 2018 ini, pasar smartwatch tengah dikuasai oleh nama-nama seperi Samsung, Apple, hingga Xiaomi. Bukan tidak mungkin LG, Huawei, serta Casio, jika benar-benar meluncurkan produknya di IFA nanti, akan menggoyang dominasi nama-nama tersebut.

sumber : detik.com
Select Language >>