ARTIKEL

10.000 Anak Muda Indonesia akan Dapat Pelatihan Keterampilan ke Jerman

Banyak perusahaan Jerman terutama yang bergerak di bidang perhotelan, katering dan
industri kesehatan kesulitan mencari tenaga kerja terampil dan pekerja yang mau
dilatih.

 

Program pendidikan dan pelatihan ini akan dimulai tahun 2019, demikian tulis majalah
Jerman Exakt. Masih menurut majalah tersebut, Indonesia secara keseluruhan akan
mengalokasikan dana hingga 1,3 juta Euro (Rp 20,2 miliar) untuk program ini.
Sebelum bisa terbang ke Jerman, para calon peserta pelatihan akan dikursuskan bahasa
Jerman di Goethe-Institut di Indonesia dan harus lulus ujian bahasa. Keduanya adalah
prasyarat untuk mendapatkan visa mengikuti pelatihan kerja di Jerman.
Wakil Ketua Eksekutif Kamar Dagang dan Industri Jerman, Achim Dercks,
menyambut baik program ini.
"Meski terjadi pelemahan ekonomi, banyak perusahaan (di Jerman) masih kesulitan
mencari pekerja terampil dan pekerja yang mau mengikuti  pelatihan.  Ini berlaku,
misalnya, untuk industri hotel dan katering atau profesi kesehatan."
Peran imigran dalam ekonomi
Para pekerja migran memegang peran penting dalam  ketersediaan tenaga kerja di
Jerman,  ujar Dercks. Asosiasi pengusaha di Jerman juga menilai positif program
pemerintah Indonesia itu.
"Migrasi dengan tujuan pendidikan, terutama untuk profesi keperawatan, adalah
(langkah) penting untuk mendapatkan tempat pelatihan. Dengan demikian tenaga
profesional yang sangat dibutuhkan dapat dilatih," kata seorang pemimpin perusahaan
Isabell Halletz kepada majalah Exakt.
Presiden Institut Penelitian Ekonomi Jerman, Marcel Fratzscher, mengkritik tingginya
hambatan bagi para pekerja asing dan calon peserta pelatihan yang ingin berangkat ke
Jerman. Ia mencontohkan masih banyaknya permohonan visa mereka yang ditolak.
"Yang menjadi korban dari kebijakan blokade ini bukan hanya perusahaan, tetapi juga
kelompok masyarakat paling rentan yang membutuhkan perawatan," ujar Fratzscher.